Tuan Guru Syech Syarwani Abdan Al Banjari

Tuang Guru Syech Syarwani Abdan Al Banjari

Tuan Guru Syech Syarwani Abdan Al Banjari

PRAKATA

Tuan Guru Syech Syarwani Abdan Al Banjari adalah seorang ulama kharismatik yang memiliki kedudukan yang agung dan keilmuan yang tinggi disisi Allah SWT. Sejak beliau kecil sudah terbina iman tauhid dan hati yang bersih untuk bermunazat kepada Dzat Yang Maha Agung dan Suci. Siapa yang tidak mengenal ketawadhuan dan kearifan Beliau dalam menegakkan Dakwah Islam dan menyejukkan jutaan hati Hamba Allah agar selalu MengingatNYa. Sungguh Orang yang berjalan untuk mencari ilmu dan mendatangi Majelis Ilmu yang beliau pimpin mendapatkan karunia dariNya.

Riwayat Singkat Tuan Guru Syech Sarwani Abdan Al Banjari

Syech Allah Yarham Al Mukarramah Al Alimul Allamah Al Fadil Syarwani Abdan atau yang lebih akrab dipanggil dengan sebutan Guru Bangil adalah cicit buyut dari ulama terkenal diseantero Asia dan Saudi Arabia, pada usia sekolah beliau menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam (madrasah darussalam) Martapura yang saat itu dipimpin oleh paman beliau sendiri yaitu Al Alimul Allamah Tuan Guru Muhammad Kasyful Anwar bin H. Ismail. Beliau juga belajar dengan para Alim Ulama terkenal lainnya di Kota Martapura.

Setelah beberapa lama di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Tuan Guru Syarwani Abdan berkeinginan untuk menuntut ilmu dan mendapati Kota Bangil sebagai tujuan memperdalam ilmu dengan Alim Ulama lainnya. Beliau akhirnya memutuskan untuk bermukim di Kota Bangil dan belajar kepada Ulama Terkenal di Bangil dan Pasuruan diantaranya KH. Muhdar Gondang Bangil, KH. Abu Hasan Wetan Angun Bangil, KH. Bajuri Bangil dan KH. Ahmad Jufri Pasuruan.

Menginjak usia 16 tahun, Tuan Guru Syech Syarwani Abdan Al Banjari dengan dasar keilmuan yang tinggi berangkat ke Tanah Suci Mekkah Al Mukarramah untuk menuntut ilmu bersama saudara sepupu beliau yakni Al Alimul Allamah Tuan Guru Anang Sya’rani Arif dibawah bimbingan paman beliau sendiri yakni Al Allimul Allamah Tuan Guru Muhammad Kasyful Anwar. Selama berada di Mekkah, Tuan Guru Syarwani Abdan Al Banjari sempat belajar dan berguru dengan para ulama diantaranya, Syech Sayyid Muhammad Amin Alkutbi, Syech Sayyid Ali Al Maliki, Syech Umar Hamdan, Syech Muhammad Alwi, Syech Hasan Masysyat, Syech Abdullah Albukhari, Syech Saifullah Addakistan, Syech Syafi’i Keddah dan Syech Sulaiman Ambon serta Syech Ahyat Bogor.

Dengan berkat, taufik dan hidayah dari Allah SWT, hanya dalam beberapa tahun Al Mukarram Tuan Guru Syarwani Abdan Al Banjari dan Al Alimul Allamah Tuan Guru Anang Sya’rani Arif mulai dikenal diantara teman-teman dan para Alim Ulama karena kepandaian dan kedalaman ilmu keduanya, sehingga mereka dijuluki Mutiara dari Banjar, bahkan Al Mukarram Tuan Guru Syarwani Abdan mendapat kepercayaan untuk mengajar di Masjidil Haram Mekkah. Setelah berjalannya waktu hingga 10 tahun lamanya menimba ilmu di Tanah Suci Mekkah, Al Mukarram Tuan Guru Syarwani Abdan Al Banjari dan Al Alimul Allamah Tuan Guru Anang Sya’rani Arif Al Banjari pulang ke Indonesia. Setelah berada di tanah air beliau menggelar pengajian majelis ta’lim di rumah dan mengajar di Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Beliau juga pernah ditawi untuk menduduki jabatan Qadhi Martapura, namun beliau tolak dan beliau lebih senang mandiri dan berkhidmat dalam dunia pendidikan agama. Lebih kurang dalam tahun 1946, Al Mukarram Tuan Guru Syarwani Abdan Al Banjari memutuskan hijrah ke Bangil beserta seluruh keluarga hingga akhir hayatnya.

Sewaktu di Kota Bangil Al Mukarram Tuan Guru Syarwani Abdan Al Banjari tidak mau membuka pengajian dikarenakan begitu tawadhunya beliau dan menyadari bahwa Bangil bukan wilayah Beliau. Namun para Alim Ulama di Jawa Timur menyadari dan mengetahui ketinggian ilmu dan Wara nya Tuan Guru Syarwani Abdan Al Banjari sehingga bagaimanapun beliau menyembunyikan ilmu dan amal beliau namun diketahui jua oleh Alim Ulama Jawa Timur.


Mendirikan Pondok Pesantren Datu Kelampaian di Bangil

Setelah beberapa tahun menetap di Kota Bangil, maka lebih kurang dalam Tahun 1970 an barulah Tuan Guru Syarwani Abdan Al Banjari membuka Pondok Pesantren DATU KELAMPAIAN yang santrinya kebanyakan berasal dari Kota Serambi Mekkah Martapura Kalimantan Selatan, diantara santri yang pertama kali belajar belajar di Pondok Pesantren ini adalah Muhammad As’ad bin Alimul Fadhil Qadhi H. Muahmmad Arfan Dalam Pagar Martapura.

Tuan Guru Syarwani Abdan Al Banjari menulis Kitab diantaranya adalah :
1. Kitab Addakhiratussaminah Li Ahli Istiqomah (Simpanan berharga bagi orang yang istiqomah).

Tuan Guru Syarwani Abdan Al Banjari pada hari senin Jam 19.00 WIB pada tanggal 11 September 1989 dipanggil kepangkuan Allah SWT dalam usia 76 tahun dan dimakamkan di Kota Bangil.
Semoga Guru Bangil yang kita cintai ditinggikan derajatnya disisi Allah SWT. Amien

(red : memohon maaf yang sebesar-besar, minta ridho dan minta halal apabila dalam penulisan ini terdapat kekeliruan/kesalahan dikarenakan kurangnya pengetahuan dalam diri penulis, terima kasih)

17 thoughts on “Tuan Guru Syech Syarwani Abdan Al Banjari

  1. Dalam manakib yang dibacakan Ustadz H. Mulkani salah seorang santri termuda almarhum disebutkan, Almukarram KH. Muhammad Syarwani Abdan yang merupakan keturunan Syekh Muhammad Arsyad Albanjari atau Datuk Kalampayan tersebut, dilahirkan di Desa Kampung Melayu Ilir Martapura Kalimantan Selatan pada tahun 1913 Masehi.

    Pada masa usia sekolah, almarhum sempat menempuh pendidikan di Madrasah Darussalam Martapura yang saat itu dipimpin oleh paman beliau sendiri yaitu Al Alimul Allamah KH. Muhammad Kasyful Anwar bin H. Ismail. Disamping itu, almarhum juga belajar dengan para guru dan ulama terkenal lainnya di Kota Martapura.

    Pada usia yang masih muda bermukim di Kota Bangil dengan tujuan untuk menuntut ilmu dan sempat belajar kepada beberapa ulama terkenal di Bangil dan Pasuruan diantaranya, KH. Muhdar Gondang Bangil, KH. Abu Hasan Wetan Angun Bangil, KH. Bajuri bangil dan KH. Ahmad Jufri Pasuruan. Pada usia 16 tahun, KH. Muhammad Syarwani Abdan berangkat ke tanah Suci Mekkah untuk menuntut ilmu bersama saudara sepupu beliau Al Alimul Allamah KH. Anang Sya’rani Arif dibawah bimbingan paman beliau sendiri yaitu Al Alimul Allamah KH. Muhammad Kasyful Anwar.

    Selama berada di Tanah Suci Mekkah Guru Bangil sempat belajar dan berguru dengan para ulama diantaranya, Syekh Sayyid Muhammad Amin Alkutbi, Syekh Sayyid Ali Almaliki, Syekh Umar Hamdan, Syekh Muhammad Alwi, Syekh Hasan Masysyat, Syekh Abdullah Albukhari, Syekh Saifullah Addakistan, Syekh Syafi’i Keddah, dan Syekh Sulaiman Ambon serta Syekh Ahyat Bogor.

    Dengan berkat taufik dan hidayah Allah SWT, hanya dalam beberapa tahun Almukarram KH. Muhammad Syarwani Abdan dan Al Alimul Allamah KH. Anang Sya’rani Arif mulai dikenal diantara teman-teman dan para guru karena kepintaran keduanya, sehingga mereka dikenal dengan dua mutiara dari Banjar bahkan Almukarram KH. Muhammad Syarwani Abdan mendapat kepercayaan untuk mengajar di Masjidil Haram Mekkah beberapa tahun.

    Setelah 10 tahun menuntut ilmu di Tanah Suci Mekkah Almukarram KH. Muhammad Syarwani Abdan dan Al Alimul Allamah KH. Anang Sya’rani Arif pulang ke Indonesia. Saat berada di tanah air beliau menggelar pengajian majlis ta’lim di rumah dan mengajar di Pesantren Darussalam Martapura. Sedangkan di Bangil Almukarram KH. Muhammad Syarwani Abdan juga menggelar pengajian untuk kalangan umum dan khusus dan juga untuk para kalangan alim ulama di Kota Bangil dan pada tahun 1970 Beliau mendirikan Pondok Pesantren yang diberi nama Pondok Pesantren Datuk Kalampayan Bangil.

    Sedangkan diantara karya tulis beliau adalah Kitab Addakhiratussaminah Li Ahlil Istiqamah (simpanan berharga bagi orang yang istiqomah) yang telah diterbitkan pada tahun 1967 dan sempat dicetak sebanyak 3 kali. Al Mukarram KH. Muhammad Syarwani Abdan wafat pada hari Senin tanggal 11 September 1989 pukul 19.00 WIB dalam usian 76 tahun dan dimakamkan di Bangil.

  2. ini adalah murid pertama yg mondok di PD Kalampayan bangil
    Seiring dengan dibukanya pondok pesantren Datuk Kelampayan, mulailah berdatangan santri dari Kalimantan khususnya. Diantara mereka adalah :
    1. Imam Zuhri yang terlebih dahulu datang dari Solo
    2. M. As’ad dari Dalam Pagar Martapura
    3. M. Mazani dari Dalam Pagar Martapura
    4. M. Mu’thi dari Dalam Pagar Martapura
    5. Muhammad dari dari Kuala Kapuas
    6. H.M. Syafi’i dari Dalam Pagar Martapura
    7. M. Hifni dari Dalam Pagar Martapura
    8. Imam Bajuri dari Bangil
    9. Muhammad dari Kalayan Banjarmasin
    Inilah santri-santri yang pertama kali belajar kepada Tuan Guru dan menginap di pondok pesantren Datuk Kelampayan.

  3. Ust. Mulkani sebenarnya belum pernah saya lihat duduk di Pondok Kalampayan Bangil selama masa Guru Bangil mengajar, sebab menurut buku daftar murid yang ada pada saya, tidak ada nama Ust Mulkani yang tertulis. Baik semenjak Pondok Pesantren berdiri sampai Guru Bangil meninggal, bahkan sampai Pondok Kalampayan diasuhan oleh Guru Kasyful Anwar.

  4. Assalamu ‘alaikum

    minta halal dan minta ijin kalau tulisan ini kapan2 ulun postkan jua di blog ulun.

    Alhamdulillah isinya bagus banar, mudahan ada barakatnya.

    wassalam

  5. ana adalah mantan santri ponpes Datuk Kalampayan Bangil dari tahun 2005 s/d2006
    ana sebelumnya dan sekarang tinggal di balikpapan pondok pesantren albanjari yang di asuh KH. Syarwani zuhri. ana jg sekarang mengajar di pondok beliau

  6. Salam kenal,
    Biografi bagus dari ulama nasional bahkan dunia.

    Minta ijin, kapan2 mau ana publish di blog kami, tentunya akan menyertakan anda sebagai sumber utama.

    Dari: Syamsul Huda (pesonabangil.wordpress.com)

  7. Minta halal dan rela jua.. Uln minta izin copy arsipx.. Demi para wali allah moga dgn membritahu riwayat hidup beliau kesemua orang kita dapat menuruti sipat dan hal2 lain dari nya. . Amien..

  8. Ping balik: Tuan Guru Syech Syarwani Abdan Al Banjari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s