Sujud Tilawah

Bersimpuh memohon ampunan

Bersimpuh memohon ampunan

Prakata

Tilawah artinya bacaan: jadi sujud tilawah adalah sujud bacaan. Di dalam Al-Quran terdapat beberapa ayat, apabila kita membaca sampai ayat tersebut, kita disunnahkan bersujud. Ayat tersebut disebut ayat sajdah dan sujudnya disebut sujud tilawah.

Jumhur ulama menyatakan bahwa sujud tilawah hukumnya sunnah bagi si pembaca maupun yang ikut mendengar, baik membacanya itu di dalam (pada waktu) salat atau di luar salat.

Shahabat Abu Hurairah r.a. berkata:

“Dulu kami bersujud bersama Rasulullah Saw. dalam surah ‘Idzas samaa un syaqqat’ dan ‘Iqraa bismi Rabbikalladzii khalaq’.” (HR. Muslim)

Shahabat Ibn Abbas r.a. berkata:

“Surah Shaad tidak termasuk Azaaim sujuud (sujud yang dianjurkan), namun aku pernah melihat Rasulullah Saw. bersujud pada saat membaca surah itu.” (HR Bukhari)

Menurut Imam Ahmad, ayat sajdah dalam Al-Quran itu ada 15, yaitu:

1. Akhir surah Al-A’raaf;
2. Ayat 15 surah Ar-Ra’d;
3. Ayat 49 surah An-Nahl;
4. Ayat 109 surah Al-Israa;
5. Ayat 58 surah Maryam;
6. Ayat 18 surah Al-Hajj;
7. Ayat 77 surah Al-Hajj;
8. Ayat 60 surah Al-Furqan;
9. Ayat 26 surah An-Naml;
10. Ayat 15 surah As-Sajdah;
11. Ayat 24 surah Shaad (yang disebut shahabat Ibn Abbas di atas);
12. Ayat 37 surah Fus-Shilat;
13. Ayat 62 surah An-Najm;
14. Ayat 21 surah Al-Insyiqaaq;
15. Ayat 19 surah Al-’Alaq (ini dan sebelumnya adalah yang shahabat Abu Hurairah r.a. di atas).

Menurut Imam syafi’i, hanya ada 14 ayat. Beliau tidak memasukkann ayat 24 surah Shaad (nomor 11) sebagai ayat sjadah. Menurut beliau sujud di situ sujud syukur. (Lebih jauh bacalah Ibanat al-Ahkaam jilid I hal 481-488).

Caranya: Apabila –saat membaca Al-Quran– Anda sampai pada ayat sajdah tersebut, takbirlah (Allaahu Akbar) dan bersujudlah dengan khusuk.

Kalau Anda berada dalam salat, sehabis sujud tilawah, kembalilah ke posisi semula (kembali berdiri meneruskan bacaan atau jika ayat tersebut merupakan akhir bacaan Anda –terus rukuk).

Nah, dari keterangan ini, jelaslah perbedaan antara sujud tilawah dengan sujud sahwi yang kita lakukan karena kealpaan pada saat salat, atau sujud syukur yang kita lakukan karena kita menerima kenikmatan atau mendengar berita yang menggembirakan.

Shahabat Abu Bakrah r.a. menceritakan:

“Bahwa Nabi kita Saw. jika kedatangan berita gembira selalu bersujud kepada Allah.” (HR kelima tokoh hadis kecuali an-Nasa’i)

Adapun bacaan ketika sujud tilawah, ada dua riwayat yang dapat saya kemukakan. Pertama, dari Sayyidatina ‘Aisyah r.a., katanya: “Nabi Saw. pernah dalam sujudnya karena membaca Al-Quran suatu malam membaca:

“Wajahku bersujud kepada Yang menciptakannya, membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya.” (HR lima tokoh imam hadis kecuali Ibn Majah)

Yang kedua dari shahabat Ibn Abbas ra.a.:


“Ya Tuhanku, hapuskanlah dosa dariku dengan sujud ini dan catatlah pahala untukku dengan sujud ini, dan jadikanlah sujud ini sebagai simpanan untukku di sisi-Mu.” (HR Ibn Majah)

Demikianlah, selamat mengamalkan!
Wallaahu A’lam.

2 thoughts on “Sujud Tilawah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s