Cinta Suci

Hati yang bening

Hati yang bening

Prakata

Cinta, sudah sering kita mendengar kata cinta bahkan nggak kehitung jumlahnya bila diruntut mungkin udah menembus batas deh, sejarah juga mencatat bagaimana cinta bisa menyatukan dua insan juga menghancurkan manusia bukannya Faisal ingin menggurui tentang Cinta karena Faisal pun belum sepenuhnya memahami, memaknai dan merasakan bagaimana sich cinta sejati itu, apakah ada cinta sejati itu ataukah cinta yang seperti buaya darat yang bisa kesana kemari, atas dasar arti cinta ceilahhhh ekhmmm atas dasar atau hakikat cinta sebenarnya Faisal ingin mengurai, memberi makna atau menggagas sebuah sajian tentang cinta, mungkin tidak bisa seakurat tetapi sebagai sasaran dalam memahami dan merasakan rasa cinta itu…….echk …echk jadi nangis nich putus cinta…apapun itu semoga kita memaknai cinta dengan sebenar-benarnya dan tidak mengecewakan orang yang menaruh hati dan perasaannya kepada kita. Cinta itu dekat dengan Benci hanya beda tipis saja, so bisa cinta bisa juga saling benci. Jika kamu jatuh cinta kebayang dekh rasanya gimana gitu hati selalu berbunga bunga (kayak taman) perasaan senang dan bersemangat baik untuk sekolah, bekerja, atau apalah yang penting rasanya senang ada sesorang  yang begitu care sama kita sehingga kita harus tulus dalam menulis kisah cinta kita jangan selingkuh ya, hargai kekasih hatimu. Jaadilah Kekasih hati yang bisa berbagi baik dalam suka maupun duka, Cinta yang saling memberi dan berkorban, cinta yang membawa kita cinta dan mencintai Maha Pencipta, cinta yang berbuah syurga. Amin

Definisi Cinta (^_^) menurut Kamus nich :

Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.

Definisi Benci (^o^), (jangan dibenci dong katanya cinta red:) :

Benci atau kebencian adalah merupakan sebuah emosi yang sangat kuat dan melambangkan ketidaksukaan, enmiti, atau antipati untuk seseorang, sebuah hal, barang, atau fenomena. Hal ini juga merupakan sebuah keinginan untuk, menghindari, menghancurkan atau menghilangkannya.

Kadangkala kebencian dideskripsikan sebagai lawan daripada cinta atau persahabatan; tetapi banyak orang yang menganggap bahwa lawan daripada cinta adalah ketidakpedulian.

Macam macam Cinta :

Para pakar telah mendefinisikan dan memilah-milah istilah ini yang pengertiannya sangat rumit. Antara lain mereka membedakan:

  1. Cinta terhadap keluarga
  2. Cinta terhadap teman-teman, atau philia
  3. Cinta yang romantis atau juga disebut asmara
  4. Cinta yang hanya merupakan hawa nafsu atau cinta eros
  5. Cinta sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
  6. Cinta dirinya sendiri, yang disebut narsisme
  7. Cinta akan sebuah konsep tertentu
  8. Cinta akan negaranya atau patriotisme
  9. Cinta akan bangsa atau nasionalisme

Beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia atau bahasa Melayu apabila dibandingkan dengan beberapa bahasa mutakhir di Eropa, terlihat lebih banyak kosakatanya dalam mengungkapkan konsep ini. Termasuk juga bahasa Yunani kuna, yang membedakan antara tiga atau lebih konsep: eros, philia, dan agape.

Mendefinisikan cinta

Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam Menurut Erich Fromm, ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu:

  1. Pengenalan
  2. Tanggung jawab
  3. Perhatian
  4. Saling menghormati

Seperti banyak jenis kekasih, ada banyak jenis cinta. Cinta berada di seluruh semua kebudayaan manusia. Oleh karena perbedaan kebudayaan ini, maka pendefinisian dari cinta pun sulit ditetapkan. Lihat hipotesis Sapir-Whorf.

Ekspresi cinta dapat termasuk cinta kepada ‘jiwa’ atau pikiran, cinta hukum dan organisasi, cinta badan, cinta alam, cinta makanan, cinta uang, cinta belajar, cinta kuasa, cinta keterkenalan, dll. Cinta lebih berarah ke konsep abstrak, lebih mudah dialami daripada dijelaskan.

Cinta kasih yang sudah ada perlu selalu dijaga agar dapat dipertahankan keindahannya

Cinta antar pribadi

Cinta antar pribadi menunjuk kepada cinta antara manusia.

Beberapa unsur yang sering ada dalam cinta antar pribadi:

Energi seksual dapat menjadi unsur paling penting dalam menentukan bentuk hubungan. Namun atraksi seksual sering menimbulkan sebuah ikatan baru, keinginan seksual dianggap tidak baik atau tidak sepantasnya dalam beberapa ikatan cinta. Dalam banyak agama dan sistem etik hal ini dianggap salah bila memiliki keinginan seksual kepada keluarga dekat, anak, atau diluar hubungan berkomitmen. Tetapi banyak cara untuk mengungkapkan rasa kasih sayang tanpa seks. Afeksi, keintiman emosi dan hobby yang sama sangat biasa dalam berteman dan saudara di seluruh manusia.

Salah Khilaf Faisal Mohon Maaf yaaa (^_^)

Buah Kasturi

Buah Kasturi

Buah Kasturi

Buah Kasturi (Mangifera)

Buah Kasturi merupakan buah lokal di Kalimantan Selatan yg bentuknya mirip dengan mangga kecil, dan memiliki rasa yg sangat manis. Selain itu buah lokal yg ada di daerah ini adalah Durian, Rambutan, Jeruk Siam, dan pisang. Buah ini sangatlah enak dan legit dengan baunya yang khas sudah pasti mengundang selera untuk memakannya. Mau tahu tidak untuk makan Buah Kasturi ini satu tidaklah cukup/puas….yach minimal 5 Buah Kasturi baru puas apalagi disajikan udah di Jus atau di potong kecil dalam lemari es.

Ekhmmmm enak euy. Mo coba Beli sana ya he……he …….(^_^)

Mangifera adalah nama salah satu marga pada suku mangga-manggaan atau Anacardiaceae. Anggotanya adalah kurang lebih 35-40 jenis mangga-manggaan yang menyebar di wilayah Asia tropis, terutama pada wilayah biogeografi Malesia. Satu jenisnya, Mangifera indica, telah ditanam dalam kebun-kebun produksi di pelbagai wilayah tropis di dunia.

Bentuk Pohon

Sering berupa pohon besar, yang dapat mencapai tinggi 50 m atau bahkan lebih, tanpa banir (akar papan), dengan batang besar dan percabangan yang tinggi, membentuk tajuk yang rapat dan rindang. Apabila dilukai, kulit batang akan mengeluarkan getah yang mula-mula bening, kemudian kemerahan dan menghitam dalam beberapa jam. Getah ini berbau terpentin dan tajam, dapat melukai kulit atau menimbulkan iritasi, terutama bagi orang yang sensitif.

Daun-daun tunggal, gundul, seperti kulit, tersusun dalam spiral atau spiral rapat, bertangkai panjang, dan kerap kali meningggalkan bekas luka yang jelas di ranting apabila gugur. Tanpa daun penumpu.

Bunga berkarang dalam malai, dengan banyak bunga yang berukuran kecil, aktinomorf, berbilangan 5, bertangkai sangat pendek seolah-olah duduk pada cabang-cabang malai. Bunga kebanyakan jantan bercampur dengan bunga-bunga hermafrodit (berkelamin dua). Buah batu, besar atau kecil, sering dengan daging buah yang berair dan berserat yang dapat dimakan, berbau harum terpentin. Biji tunggal, terkadang dengan banyak embrio, terselubung cangkang endokarp yang mengeras dan seperti kulit.

Buah Kasturi

Buah Kasturi

Jenis-jenisnya

Sebagian ahli menyebutkan bahwa marga ini beranggotakan sekitar 35-40 spesies, namun ada pula yang memperkirakan anggotanya mencapai hampir 70 spesies. Borneo memiliki jumlah jenis terbanyak, sekitar 31 spesies, sehingga diperkirakan sebagai salah satu pusat keragaman jenisnya.

Jenis-jenisnya, di antaranya termasuk:

1. Mangifera altissima Blanco, (sinonim: M. rumphii, M. merrili, Buchanania reticulata); medang kok, embacang (Ind.), paho, pahutan (Tagalog). Buahnya dimakan, baik muda maupun tua, segar ataupun diolah. Dipasarkan secara lokal di Filipina dan Indonesia timur (Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua) sampai ke Solomon.

2. Mangifera applanata Kostermans. Pohon tinggi sampai 40 m, kayunya berkualitas cukup baik sebagai bahan bangunan meski tidak begitu awet. Buahnya yang sangat masam digunakan sebagai campuran sambal. Sering ditanam.

3. Mangifera caesia Jack (sin. M. verticillata); binjai, belenu, beluno (Mly., Ind.), binglu (Sd.), wani (Bali), bauno, bayuno (Cebu, Bisaya), bin yaa (Thailand). Buah masak berbau sangat harum; dimakan segar atau digunakan sebagai campuran minuman. Daging buah masak juga diawetkan untuk campuran sambal.

4. Mangifera campnospermoides Kostermans. Endemik di Kalimantan.

5. Mangifera casturi Kostermans; mangga kasturi. Endemik di Borneo. Buahnya kecil, sekitar 4,5 × 6 cm, hijau, merah jambu atau kehitaman, manis dan disukai orang.

6. Mangifera cochinchinensis Pierre; mamuang-kilen (Thai). Endemik di Thailand dan Indocina. Buah cukup digemari penduduk setempat.

7. Mangifera decandra Ding Hou; konjot, konyot besi (Kalimantan), binjai, komang bakad (Sumatra). Buah serupa binjai yang besar, 8-10,5 × 12-16 cm, masam.

8. Mangifera dewildei Kostermans. Endemik di Sumatra.

9. Mangifera duperreana Pierre (sin. Phanrangia poilanei); mamuang kau (Thai). Menyebar di Thailand dan Indocina, sangat jarang.

10. Mangifera foetida Loureiro (sin. M. horsfieldii); bacang, embacang, macang (Ind., Mly.), limus (Sd.), ma chai (Thai), asam hambawang (Kalsel), bakumpai (Kalteng). Buah mengandung getah yang tajam dan gatal. Buah muda direndam di air garam, sebelum digunakan dalam rujak, asinan atau sambal. Pada buah yang masak, getah gatal terbatas berada pada kulit, sehingga setelah cukup tebal dikupas, daging buahnya yang manis masam aman untuk dikonsumsi langsung dalam keadaan segar. Bau keras harum serupa terpentin.

11. Mangifera gedebe Miquel; kedepir (Jw.), gedepir (Sum.), kepi (Kal.), repik, repeh (Kalteng). Buah dimakan ketika muda. Buah masak terlalu sedikit dagingnya, keras dan masam. Pohon tepi sungai, tepi danau dan daerah berawa. Sudah langka.

12. Mangifera griffithii Hooker f. (sin. M. microphylla, M. sclerophylla, M. beccari); asam rawa, rawa-rawa, rawah, raba (Kal.). Buah kuning kemerahan sampai kehitaman, enak dan manis rasanya.

13. Mangifera havilandii Ridley; asam bulitisan, asam damaran, asam raba (Mly.). Tersebar luas di Borneo, jarang. Buah kecil tetapi manis.

14. Mangifera indica L.; mangga. Buah beraneka bentuk, ukuran, dan rasanya. Merupakan komoditas perdagangan internasional dan dibudidayakan secara luas di dunia.

15. Mangifera inocarpoides Merril et Perry. Papua Nugini.

16. Mangifera kemanga Blume (dahulu dimasukkan ke dalam M. caesia var. kemanga. syn. M. polycarpa); kemang. Sangat mirip binjai, dan daerah persebarannya bertumpang tindih. Buah muda kemang dapat dirujak.

17. Mangifera lagenifera Griffith; lanjut, langoot (Mly.). Buah masam dan berserabut.

18. Mangifera lalijiwa Kostermans; mangga lalijiwa. Buah seperti mangga, terancam kepunahan.

19. Mangifera laurina Blume (sin. M. longipes, M. parih, M. sumatrana); mangga pari (Sd.), empelam, mempelam (Mly.), pelem kecik (Jw.), asam buluh (Kalsel), apali (Fil.), mamuang kaleng (Thai). Pohon dan buahnya mirip dengan mangga, M. indica, hanya lebih kecil, kuning pucat, dengan daging buah berwarna kuning, lembut, berserat dan penuh sari buah.

20. Mangifera leschenaultii Marchand; berkerabat dekat dengan bacang, M. foetida.

21. Mangifera macrocarpa Blume (sin. M. fragrans Maingay ex Hooker f.); macang api (Mly.), haju (Sum.), ki pari (Sd.). Menyebar di Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatra, Borneo dan Jawa Barat. Buah besar dan dapat dimakan.

22. Mangifera magnifica Kochummen. Pohon besar, hingga 54 m. Buahnya masam dan biasa digunakan sebagai campuran sambal.

23. Mangifera mekongensis

24. Mangifera microphylla Griffith ex Hooker f. Hanya satu kali tercatat dari Serawak.

25. Mangifera minor Blume; fo karuku (Slw.), koai (Papua). Buahnya sepat, kayunya untuk perabot rumahtangga.

26. Mangifera minutifolia Evrard. Vietnam. Buahnya dimakan.

27. Mangifera monandra Merril (sin. M. philippinensis); kalamansanai (Tagalog). Buahnya dimakan ketika muda.

28. Mangifera odorata Griffith (sin. M. foetida var odorata, var kawini dan var bombom, M. oblongifolia); kuweni, kaweni, kweni, kuini, kebembem, bembem (Mly., Jw. Dan Sd.), huani, wani, uani, juani (Fil.), mamuang chingreet, kinning (Thai). Seperti bacang, hanya lebih harum dan halus, rasanya manis asam dengan sari buah yang banyak, sangat enak.

29. Mangifera pajang Kostermans; asam payang (Kutai, embawang, hambawang, hambangan, bambangan (Mly.). Endemik di Borneo. Buah berukuran besar, bulat atau bulat telur, 6,5-17 × 9,5-30 cm, kasar dan kecoklatan, dengan daging buah yang manis-asam dan harum, kuning tua, berserat.

30. Mangifera pedicellata Kostermans. Endemik di Karimunjawa.

31. Mangifera pentandra Hooker f. (sin. M. lanceolata); mangga bemban, pauh asal, pauh damar (Mly.), mamuang paa (Thai). Seperti mangga pari (M. laurina).

32. Mangifera persiciformis. Endemik di Yunnan, Cina selatan.

33. Mangifera quadrifida Jack (sin M. rigida, M. spathulaefolia, M. langong, M. maingayi, M. longipetiolata); asam kumbang, asam rawa (Mly.), sommuang khan (Thai). Di Semenanjung Malaya, Sumatra dan Borneo. Buah rasanya manis asam. Jarang.

34. Mangifera reba Pierre; svai reba, svai meas (Kamboja). Menyebar di Vietnam dan Kamboja. Buahnya dimakan.

35. Mangifera rubropetala Kostermans. Dari Sumatra, Jawa dan Borneo.

36. Mangifera rufocostata Kostermans; asam kiat. Terbatas di Indonesia dan Malaysia.

37. Mangifera siamensis Warburg ex Craib; muang khi-ya (Thai). Terbatas di Thailand.

38. Mangifera similis Blume; tajas, asam rawa, asam (Mly.), pipit (Kal.). Buahnya dimakan, asam manis. Terbatas di Sumatra dan Kalimantan.

39. Mangifera sumbawaensis Kostermans. Terbatas di Sumbawa dan Flores.

40. Mangifera swintonioides Kostermans. Buah hanya berguna untuk sambal.

41. Mangifera sylvatica Roxburgh; muang kluai (Thai). Menyebar mulai dari India hingga Indocina. Buah berukuran kecil, manis asam.

42. Mangifera taipa Buch.-Hamilton. Endemik di Maluku (?).

43. Mangifera torquenda Kostermans; asam putar. Ditanam untuk buahnya yang manis asam, yang dibuka dengan cara yang khas: diiris melingkar sepanjang kulit di tengah buah, lalu kulitnya diputar untuk melepaskan isinya.

44. Mangifera zeylanica

Marga mangga-manggaan ini masih berkerabat dengan jambu monyet (Anacardium occidentale), kedondong (Spondias), rengas (marga Gluta dan Melanorrhoea), dahu (Dracontomelon), dan poh-pohan (Buchanania).

Bahan bacaan

Argent, G. et al.. t.t. Manual of the Larger and More Important Non-Dipterocarp Trees of Central Kalimantan, Indonesia. Vol. 1. Forest Research Institute, Samarinda.

Gardner, S., P. Sidisunthorn, and V. Anusarnsunthorn. 2000. A Field Guide to Forest Trees of Northern Thailand. Kobfai Publishing Project. Bangkok. ISBN 974-7799-01-4.

Jenis yang berkerabat

1. Verheij, E.W.M. dan R.E. Coronel (eds.). 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara

2. Buah-buahan yang dapat dimakan. PROSEA – Gramedia. Jakarta. ISBN 979-511-672-2.

Jembatan Rumpiang Marabahan

Jembatan Rumpiang Marabahan

Jembatan Rumpiang Marabahan

Landmark Baru Kalimantan Selatan selain Jembatan Barito, Jembatan Rumpiang yang dibuat untuk menghubungkan Kotamadya Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala Marabahan, membentang diatas Sungai Barito sehingga dengan terhubungnya dua kota tersebut diharapkan Marabahan bisa lebih maju dan Berkembang. Kabupaten Barito Kuala yang beribukota Marabahan adalah Kabupaten  paling dekat Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan yang masih tertinggal dalam hal pembangunan dan perekonomian . Dulunya untuk mencapai Kota marabahan masyarakat menggunakan jasa transportasi air Ferry penyeberangan yang memerlukan waktu yang cukup lama sehingga arus barang tidak begitu lancar dan juga kurang efektif dan efisien dari segi biaya, sehingga Pemerintah Daerah membuka isolasi kawasan dengan membangun Jembatan Rumpiang.

Jembatan Gantung Type Busur,

Adapun data teknisnya sebagai berikut :
- Jembatan kelas A, lebar perkerasan 7 m
- Lebar jembatan 9 m
- Total Panjang bentang 753,83 m
- Tinggi bebas lalu lintas sungai 15 m
- Panjang bentang utama 200 m
- Konstruksi bentang utama pelengkung rangka baja
- Tinggi Pelengkung dari lantai jembatan 36

Sungai Martapura

Sungai Martapura

Sungai Martapura

Taman Siring Martapura

Taman Siring Martapura

Sungai Martapura adalah anak sungai Barito yang melewati kota Banjarmasin dan kota Martapura ibukota Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Sekarang Tambah cantik dengan dilakukan pembendungan siring untuk mencegah abrasi dari sungai martapura, dengan dilakukan penyaringan ditambah penempatan taman beserta lampu hias makin menambah pesona sungai martapura.

Mesjid Al Karomah Martapura

Mesjid Al Karomah Martapura

Mesjid Al Karomah Martapura

Latar Belakang

Kerajaan Banjar, yang beribukota di Martapura memiliki Mesjid sebagai Pusat Da’wah Islam dan menjadi saksi 12 sultan yang memerintah. Pada waktu itu Mesjid berfungsi sebagai tempat peribadatan, dakwah Islamiyah, integrasi umat Islam dan markas atau benteng pertahanan para pejuang dalam menantang Belanda.
Akibat pembakaran Kampung Pasayangan dan Masjid Martapura, muncul keinginan membangun Masjid yang lebih besar. Tahun 1280 Hijriyah atau 1863 Masehi, pembangunan mesjid pun dimulai

Menurut riwayatnya, Datuk Landak dipercaya untuk mencari kayu Ulin sebagai sokoguru masjid, ke daerah Barito Kalimantan Tengah. Setelah tiang ulin berada di lokasi bangunan Masjid lalu disepakati.

Dilihat dari segi arsitekturnya, bentuk Masjid Agung Al Karomah Martapura mengikuti Masjid Demak Buatan Sunan Kalijaga. Miniaturnya dibawa utusan Desa Dalam Pagar dan ukurannya sangat rapi serta mudah disesuaikan dengan bangunan sebenarnya sebab telah memakai skala.

Sampai saat ini bentuk bangunan Masjid menurut KH Halilul Rahman, Sekretaris Umum di kepengurusan Masjid sudah tiga kali rehab. Dengan mengikuti bentuk bangunan modern dan Eropa, sekarang Masjid Agung Al Karomah Martapura terlihat lebih megah.

Meski bergaya modern, empat tiang Ulin yang menjadi Saka Guru peninggalan bangunan pertama Masjid masih tegak di tengah. Tiang ini dikelilingi puluhan tiang beton yang menyebar di dalam Masjid.

Arsitektur Masjid Agung Al Karomah Martapura yang menelan biaya Rp27 miliar pada rehab terakhir sekitar tahun 2004, banyak mengadopsi bentuk Timur Tengah. Seperti atap kubah bawang dan ornamen gaya Belanda.

Semula atap Masjid berbentuk kerucut dengan konstruksi beratap tumpang, bergaya Masjid tradisional Banjar. Setelah beberapa kali rehab akhirnya berubah menjadi bentuk kubah.

Bila arsitektur bangunan banyak berubah, namun mimbar tempat khatib berkhutbah yang berumur lebih satu abad sampai sekarang berfungsi.

Mimbar berukiran untaian kembang dan berbentuk panggung dilengkapi tangga sampai sekarang masih berfungsi dan diarsiteki HM Musyafa.

Pola ruang pada Masjid Agung Al Karomah juga mengadopsi pola ruang dari arsitektur Masjid Agung Demak yang dibawa bersamaan dengan masuknya agama Islam ke daerah ini oleh Khatib Dayan. Karena mengalami perluasan arsitektur Masjid Agung Demak hanya tersisa dari empat tiang ulin atau disebut juga tiang guru empat dari bangunan lama.

Tiang guru adalah tiang-tiang yang melingkupi ruang cella atau ruang keramat. Ruang cella yang dilingkupi tiang-tiang guru terdapat di depan ruang mihrab, yang berarti secara kosmologi cella lebih penting dari mihrab.

Sejarahnya tiang guru empat menggunakan tali alias seradang yang ditarik beramai-ramai oleh Datuk Landak bersama masyarakat. Atas kodrat dan iradat Tuhan YME tiang Guru Empat didirikan. Masjid pertama kali dibangun berukuran 37,5 meter x 37,5 meter

Akibat pembakaran Kampung Pasayangan dan Masjid Martapura, muncul keinginan membangun Masjid yang lebih besar. Tahun 1280 Hijtiyah atau 1863 Masehi, pembangunan [...]

SEBAGAI pusat Kerajaan Banjar, Martapura tercatat menjadi saksi 12 sultan yang memerintah. Pada waktu itu Mesjid berfungsi sebagai tempat peribadatan, dakwah Islamiyah, integrasi umat Islam dan markas atau benteng pertahanan para pejuang dalam menantang Belanda.

Akibat pembakaran Kampung Pasayangan dan Masjid Martapura, muncul keinginan membangun Masjid yang lebih besar. Tahun 1280 Hijtiyah atau 1863 Masehi, pembangunan Masjid pun dimulai.

Menurut riwayatnya, Datuk Landak dipercaya untuk mencari kayu Ulin sebagai sokoguru masjid, ke daerah Barito Kalimantan Tengah. Setelah tiang ulin berada di lokasi bangunan Masjid lalu disepakati.

Dilihat dari segi arsitekturnya, bentuk Masjid Agung Al Karomah Martapura mengikuti Masjid Demak Buatan Sunan Kalijaga. Miniaturnya dibawa utusan Desa Dalam Pagar dan ukurannya sangat rapi serta mudah disesuaikan dengan bangunan sebenarnya sebab telah memakai skala.

Sampai saat ini bentuk bangunan Masjid menurut KH Halilul Rahman, Sekretaris Umum di kepengurusan Masjid sudah tiga kali rehab. Dengan mengikuti bentuk bangunan modern dan Eropa, sekarang Masjid Agung Al Karomah Martapura terlihat lebih megah.

Meski bergaya modern, empat tiang Ulin yang menjadi Saka Guru peninggalan bangunan pertama Masjid masih tegak di tengah. Tiang ini dikelilingi puluhan tiang beton yang menyebar di dalam Masjid.

Arsitektur Masjid Agung Al Karomah Martapura yang menelan biaya Rp27 miliar pada rehab terakhir sekitar tahun 2004, banyak mengadopsi bentuk Timur Tengah. Seperti atap kubah bawang dan ornamen gaya Belanda.

Semula atap Masjid berbentuk kerucut dengan konstruksi beratap tumpang, bergaya Masjid tradisional Banjar. Setelah beberapa kali rehab akhirnya berubah menjadi bentuk kubah.

Bila arsitektur bangunan banyak berubah, namun mimbar tempat khatib berkhutbah yang berumur lebih satu abad sampai sekarang berfungsi.

Mimbar berukiran untaian kembang dan berbentuk panggung dilengkapi tangga sampai sekarang masih berfungsi dan diarsiteki HM Musyafa.

Pola ruang pada Masjid Agung Al Karomah juga mengadopsi pola ruang dari arsitektur Masjid Agung Demak yang dibawa bersamaan dengan masuknya agama Islam ke daerah ini oleh Khatib Dayan. Karena mengalami perluasan arsitektur Masjid Agung Demak hanya tersisa dari empat tiang ulin atau disebut juga tiang guru empat dari bangunan lama.

Tiang guru adalah tiang-tiang yang melingkupi ruang cella atau ruang keramat. Ruang cella yang dilingkupi tiang-tiang guru terdapat di depan ruang mihrab, yang berarti secara kosmologi cella lebih penting dari mihrab.

Sejarahnya tiang guru empat menggunakan tali alias seradang yang ditarik beramai-ramai oleh Datuk Landak bersama masyarakat. Atas kodrat dan iradat Tuhan YME tiang Guru Empat didirikan. Masjid pertama kali dibangun berukuran 37,5 meter x 37,5 meter.

Sekarang Mesjid tersebut bagian yang tak terpisahkan dari Kota Martapura, dengan bangunan perpaduan arsitektur Islam Timur Tengah dan Modern Eropa sungguh menawan dan megah apalagi dipandang pada malam hari di Jembatan Besi disamping Pondok Pesantren Darussalam Martapuran Wuihhh bagus banget kebayang rasanya berada di Jazirah Arab dekh. Mesjid ini juga beseberangan dengan Perkantoran Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar yang juga Kantor Bupati Banjar. Dengan Syiar Islam yang begitu kental di Martapura tidaklah salah Kota Martapura diberi label sebagai Serambi Mekkah.

Semoga Martapura yang begitu terkenal seantero dunia dan melahirkan banyak Ulama Yang Zuhud tetap menjadi Kota Santri yang santun dan religus dalam menjawab tantangan globalisasi modern. Amin.

Pasar Wadai di Bulan Suci Ramadhan

Kue Tradisional Banjar

Kue Tradisional Banjar

Kebiasaan bulan Ramadhan, di Banjarmasin ada sebuah agenda rutin berkaitan dengan makanan, yaitu Pasar Wadai. Wadai itu bahasa Banjar untuk kue. Untuk tujuan pariwisata, diterjemahkan juga ke Bahasa Inggris menjadi Ramadhan Cake Fair. Walau saya tidak pernah bertemu turis asing di sana. Tapi jangan percaya saya, ya, karena setiap tahun, saya pernah menginjakkan kaki ke Pasar ini cuma sekali, padahal jaraknya dengan rumah saya tidak sampai 5 menit naik sepeda motor. Kenapa? Bukankah Pasar Wadai ini sama dengan festival makanan sehingga saya sebagai penikmat kuliner  minuman, kue dan masakan tradisional dapat menuntaskan dan memuaskan keinginan saya terhadap hal tersebut? Karena, eh, karena kue-kue dan makanan serta masakan tradisoinal ini sangat enak penuh cita rasa tinggi khas Banjar selain itu dalam Pasar Wadai ini  juga jualan kuliner lain yang bukan khas Banjar dan seabrek benda lain) di sana harganya agak tinggi dibanding banyak “Pasar Wadai” berskala lebih kecil lainnya dan tentu saja lebih tinggi dari warung pinggir jalan yang kagetan jualan kue Banjar dengan rasa yang tidak kalah enaknya (kalau kita tahu yang mana). Kenapa kok lebih mahal? Karena stand-nya disewakan dengan harga mahal.

image002.jpg

image003.jpgNah temenku, apa kalian tahu kue tradisional yang bernama  Ipau ? nggak tahu ya sama dong ? he he…bercanda

Ipau terbuat dari campuran tepung terigu dan telur, wortel, bawang bombay, sayur, kentang dan daging yang dibuat berlapis-lapis (bisa sampai 10 lapis). Biasa disajikan dengan kari kambing plus kuahnya (my mom bilang, makanan ini sebenarnya berasal dari Arab, karena yang jualan memang yang juga menjual masakan kambing), bisa juga disajikan dengan kuah santan (ada yang mencampurnya dengan susu) plus taburan daun sop dan bawang goreng, ada juga yang menjual hanya dengan taburan daun sop dan bawang goreng. Sedangkan saya, saya lebih suka memakannya dengan saus tomat dan sambel Bangkok. Enaaaak banget. Manis bercampur gurih. Harganya untuk ukuran kota besar cukup murah, Rp 7.000 seperempat loyang, tapi menurut ukuran urang banjar, itu mahal.

Omong-omong, ada yang bilang, kue ini disebut juga Petah Asia. Apa itu Petah? Kue dari tepung beras yang dimakan dengan tahi lala. Ups, jangan antipati dulu. Tahi lala hanya jorok di nama (dan mungkin agak mengerikan kalau dilihat) tapi enak banget di lidah: suatu saos yang dibuat dari kepala santan (santan yang direbus lalu diambil bagian atasnya saja yang kental) yang digarami. Kalau Petah berbentuk padat dan sering diberi warna dengan pandan, kalau Ipau kenyal, putih dan berlapis-lapis.

image005.jpgKue-kue lainnya yang dijual bisa dilihat pada gambar di samping. Di latar depan, kalian tentu sudah kenal, berbagai jenis agar campur bolu. Yang paling depan sebelah kanan, itu namanya Sari Mokka. Bagian atasnya yang coklat itu terbuat dari tepung, santan, telur dan gula merah (atau mokka ya? aku lupa nanya tadi), rasanya manis sekali. Bagian bawahnya yang putih itu (kata nenekku: “kasar burit”, saya lebih baik tidak usah menerjemahkannya hehehe) terdiri dari kelapa parut, tepung dan garam. Jadi atasnya manis banget, bawahnya asin. Perpaduan yang sempurna D Di belakang Sari Mokka, yang putih itu, namanya Amparan Tatak. Mengingatkan pada lagu Ampar-ampar Pisang ya? Ya, Amparan Tatak ini terdiri dari tepung dan pisang. Bagian atasnya itu agak lembek, terdiri dari santan kental dan garam, bagian bawah lebih padat terdiri dari tepung, santan dan pisang yang diiris-iris melintang. Jadi, bagian atas asin, bagian bawah manis. Sedap banget kalo yang bikin pinter. Paling ujung belakang kiri yang berbentuk seperti bunga itu adalah kue Bingka. Beberapa blogger beruntung saya bawakan kue ini. Almarhum Kang Bebek bilang, seperti kue lumpur, tapi lebih enak. Saya tidak pernah bertemu kue lumpur, jadi tidak bisa berkomentar.

image007.jpgKue bingka di Banjarmasin terenak adalah buatan nenek saya. Tapi nenek saya kan tidak jualan. Dan sudah males bikin, karena kalau beliau bikin berlemaknya dan manisnya gak ketulungan, sehingga para cucunya pun tidak sanggup menghabiskan lebih dari satu potong. Bahan dasarnya adalah dari gula, tepung, santan masak dan telur. Secara komersial, paling enak (dan mahal) adalah Bingka Bunda. Default type-nya adalah Bingka Kentang tetapi ada juga sich bingka tape. Kalau mau rasa tertentu, mesti pesan jauh-jauh hari: rasa durian, nangka, keju, gula merah, tape ketan hijau dan lain-lain.

image006.jpgIni kue lapis biasa. Yang depan itu coklat karena cacao, yang belakang (hijau) itu diberi pandan. Ada kue lain yang tidak bisa saya berikan fotonya di sini. Namanya Kueh Lam. Ini kue super enak dan cukup mahal, sering jadi oleh-oleh. Dan kalau diingat-ingat, cuma 2 orang yang pernah saya bawakan kue ini, 1 untuk yang jaga kos saya di Jogja dulu. Satu loyang ukuran kotak kue ukuran sedang itu minimal Rp 75.000. Membuatnya sulit. Ada 2 jenis sebenarnya, yang dikukus dan dibakar. Yang dikukus, ini hanya tahan 3 hari, itu pun dalam kulkas. Dengan harga yang cukup mahal, serta rasa yang super manis dan berlemak sehingga cepat kenyang, rugi juga beli yang kukus, karena 3 hari belum cukup waktu untuk menghabiskannya. Lagipula kalau untuk oleh-oleh, yang kukus begitu fragile sehingga kalo dibawa di pesawat (pengalaman si Yudha waktu membawakan dosennya dan ehem-ehem-nya) bisa megal-megol bentuknya, dan waktu tiba di tempat tujuan bentuknya sudah gak keruan, walau rasa masih yahud. Biasanya untuk oleh-oleh kita bawa yang bakar. Oya, sebenarnya, dalam istilah Banjar, yang kukus saja yang disebut Kueh Lam, sedang yang bakar disebut kue lapis, tapi sebenarnya bahannya kan sama dan mahalnya sama hohoho…. Belakangan, semua disebut Kueh Lam saja.

Kueh Lam. Bahan dasarnya adalah tepung, gula, santan, susu, telur sebanyak mungkin (kurangi putih telurnya), cacao. Kueh Lam ini berlapis-lapis seperti lapis coklat di atas, jadi bagian coklatnya dari cacao. Biasanya lapisannya sangat tipis, dan untuk yang model bakar, itu bukan dibakar. Lah, terus diapain? Ditaruh aja di atas meja (nenekku bilang: “kue masak di lantai”) selapis, lalu ditutupi dengan tutup dari “panai” (gerabah dari tanah) yang sudah dipanaskan di atas api dapur (yang disebut dapur ini adalah tungku terbuka dengan bahan bakar kayu). Tutup dibiarkan sampai lapisan itu masak. Lalu kalau sudah masak, dikasih satu lapisan lagi, lalu ditutup lagi. Terbayang tidak berapa lama kue ini jadi kalau lapisannya saja minimal 10 lapis? Satu malam mungkin hanya jadi 1 kue. Pembuat Kueh Lam yang paling ahli adalah urang Barabai, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Kalau mau membawa yang bikinan urang Barabai, mesti pesan 3 hari sebelumnya. Saya dulu pesan di warung oleh-oleh Banjar yang kecil di sebelah Depdiknas Jalan S. Parman. Sayang, dia kadang mau, kadang enggak (orang yang aneh, mau jualan gak sih?). Akhirnya saya beli saja di Warung Makan Cendrawasih dekat Bundaran Bank Panin dulu. Di sana juga jual Bingka Bunda.

Sebenarnya masih banyak nich Kue tradisional yang ingin diceritakan/dipaparkan macam skripsi aja seperti Kue Klepon, Kue Lapis India, Kue Babongko dan lainnya. Kalau anda ingin lebih tahu anda harus cari tahu sendiri aja yaa. (^_^) Selamat Mencari.